"Sam. Buku pintu nya, woy!!" Teriak Bagas mengetuk-ngetuk pintu apartemen Samuel yang tak kunjung di buka. "SAM. LO GAK MATI KAN?!" "Dia ada di dalem gak sih?" Tanya Dava, karna sudah hampir setengah jam mereka ada disana, tapi tidak ada yang menyahut sama sekali. Beruntung nya mereka, tetangga apartemen Samuel sangat baik, dan tak mudah emosi. Pasalnya, cowok-cowok itu terus berteriak memanggil Samuel. Ke lima cowok jangkung itu, saling menatap satu sama lain. "Apa kita dobrak aja, pintu nya." Usul Adi. Cowok berdarah sunda itu, menatap keempat cowok yang bersama nya, meminta persetujuan. "Boleh deh. Udah tiga hari, gue kagak liat Samuel, takut macem-macem tuh anak." Ucap Fares. "Siapa yang mau dobrak? Gue sih mundur, bahu gue masih sakit." Ujar Bagas. "Lo aja Dav, tenaga Lo gede."

