Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden, membelai wajahku. Aku terbangun, merasakan kehangatan yang asing. Aku membuka mata, perlahan menyadari di mana aku berada. Di kamar Rain, di ranjangnya. Kepalaku bersandar di dadanya, dan lengannya memeluk pinggangku dengan posesif. Ia masih terlelap. Wajahnya yang biasanya kaku dan dingin kini terlihat tenang dan damai. Aku mengamati setiap detail wajahnya yang tampan. Ia tampak begitu hangat, begitu berbeda dari pria yang biasa kukenal. Aku membiarkan diriku menikmati momen yang langka ini. Namun, beberapa saat kemudian, ia bergerak. Tangannya di pinggangku terlepas, seolah ia baru menyadari bahwa ia memelukku. Ia bangkit dari ranjang, membuatku merasa kedinginan. Ku tarik selimut hingga menutupi tubuhku sambil memperhatika

