"Tapi Nona Jeslyn, bagaimana nanti kalau Tuan Rain menanyakan proyek yang diserahkan ke Anda?" tanya Rani, asistenku, di seberang telepon suaranya terdengar cemas. Aku menatap tumpukan berkas yang baru saja ku lempar ke sofa. "Ada hal yang jauh lebih penting dari proyek itu sekarang. Biarkan saja. Aku yang akan tanggung jawab," jawabku. Hening sejenak. "Baiklah Nona, saya akan menyiapkan keberangkatan Anda," ucap Rani, mengakhiri panggilan. Malam harinya, kami berangkat. Tanpa sepengetahuan Rain dan asistennya, Kevin. Aku sudah meminta Rani untuk memesan penerbangan dan akomodasi secara diam-diam. Tidak ada yang boleh tahu rencana ini. Ini adalah langkahku, dan aku harus melakukannya sendiri. Ketika kami tiba di Bali, udara hangat menyambut ku. Aku dan Rani berjalan memasuki lobi

