Kedatangannya yang Tiba-tiba

1000 Kata

"Tapi Nona Jeslyn, bagaimana nanti kalau Tuan Rain menanyakan proyek yang diserahkan ke Anda?" tanya Rani, asistenku, di seberang telepon suaranya terdengar cemas. ​Aku menatap tumpukan berkas yang baru saja ku lempar ke sofa. "Ada hal yang jauh lebih penting dari proyek itu sekarang. Biarkan saja. Aku yang akan tanggung jawab," jawabku. ​Hening sejenak. "Baiklah Nona, saya akan menyiapkan keberangkatan Anda," ucap Rani, mengakhiri panggilan. ​Malam harinya, kami berangkat. Tanpa sepengetahuan Rain dan asistennya, Kevin. Aku sudah meminta Rani untuk memesan penerbangan dan akomodasi secara diam-diam. Tidak ada yang boleh tahu rencana ini. Ini adalah langkahku, dan aku harus melakukannya sendiri. ​Ketika kami tiba di Bali, udara hangat menyambut ku. Aku dan Rani berjalan memasuki lobi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN