🔥 Api Cemburu dan Amarah yang Membara

1164 Kata

Suara langkahku menggema di lorong. Aku membuka pelan pintu kamar, hatiku dipenuhi amarah. Bagaimana bisa Jeslyn tiba-tiba ada di sini? Ia sudah membohongiku. Ponselku tidak menunjukkan adanya telepon atau pesan darinya. Wanita itu sudah gila karena cemburu. ​Aku melihatnya dari ambang pintu, ia berbicara di telepon. Ia membelakangi ku. Suaranya terdengar serius dan profesional, memberikan instruksi kepada stafnya di Jakarta tentang interior yang sudah kuinginkan. Tak jauh dari sana, Rani, asistennya, sedang mengetik berkas di laptop. ​"Kau boleh keluar, tinggalkan kami. Pulanglah bersama Kevin ke Jakarta," titahku dengan suara tegas. Aku berdiri di ambang pintu, dengan tangan di saku celana, menatap dalam Jeslyn. ​"Baik, Tuan," ucap Rani, dengan cepat mengambil laptop dan dokumennya. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN