"Jangan banyak berpikir, apa kau mau seharian di kamar ini?" ucap Rain, lalu bangkit dari kasur, mengambil ponselnya di meja. "Apa sih, aku serius. Walaupun kita dijodohkan, aku belum tahu betul asal-usul keluargamu, Rain," gerutu ku. Rain tersenyum tipis, lalu menekan ponselnya menghubungi seseorang dan berjalan ke balkon. "Huh, dasar!" Aku memang tahu dia berasal dari keluarga bangsawan dari nenek buyutnya, tapi kan aku belum kenal semua keluarganya. Aku menyeret kakiku malas ke kamar mandi, bersiap-siap. Dari balik pintu kamar mandi yang sedikit terbuka, aku bisa mendengar suara Rain. Nada bicaranya berubah total, dari dingin menjadi lembut dan penuh perhatian. "Iya, Ibu, aku akan ke sana dengan Jeslyn. Mungkin nanti sore baru berangkat." "Baiklah, Paman dan Bibi Eve ingin be

