Aku melangkah ke ruang ganti. Gaun merah yang dipilih Rain terasa berat di tanganku, sangat berbeda dari gaya sederhanaku. Begitu berada di dalam, aku menatap bayangan diriku di cermin. Aku menyingkirkan keraguan, menarik napas dalam-dalam, dan mulai memakai gaun itu. Gaun itu berbentuk setiap lekuk tubuhku dengan sempurna. Potongan klasik dengan kerah tinggi membuatku merasa berkelas. Aku merapikan rambutku, lalu menatap bayanganku di cermin. Aku tersenyum, gaun ini membuatku merasa berbeda, seolah aku seperti tuan putri kerajaan. Aku keluar dari ruang ganti. Rain sedang duduk di sofa, menatap ponselnya. Saat aku keluar, ia mengangkat kepalanya. Matanya melebar sedikit, senyum tipis di bibirnya menghilang, digantikan oleh tatapan yang intens. Ada kilatan yang tak bisa k*****a di matan

