"Aku butuh bantuanmu," kata Rain, tanpa membuka matanya. Aku terdiam, tak percaya dengan apa yang kudengar. Rain Louis, pria yang selalu mandiri dan tidak pernah menunjukkan kelemahan, baru saja mengatakan ia butuh bantuanku. Jantungku berdebar kencang, bukan karena takut, melainkan karena rasa penasaran yang luar biasa. "Bantuan apa?" tanyaku, menatapnya serius. Rain membuka matanya, menatapku lekat. Tatapannya tidak lagi dingin, tetapi dipenuhi dengan sesuatu yang sulit k****a. "Aku sedang menyelidiki sesuatu," jawabnya, suaranya pelan. "Ada yang tidak beres dengan proyek-proyek keluarga Sanchez di Eropa." Aku mengerutkan keningku. Keluarga Sanchez? Nama itu terasa tidak asing. "Clara Sanchez?" tanyaku. Rain mengangguk. "Aku butuh seseorang untuk mengorek informasi secara di

