Mobil mewah itu melaju membelah padatnya jalanan Jakarta. Di kursi belakang, Rain terdiam, matanya menatap ke luar jendela. Pikirannya melayang, jauh dari hiruk-pikuk ibu kota. Ia telah kembali ke dunianya, dunia di mana emosi tidak memiliki tempat. Di sebelahnya, Kevin duduk tegak, memegang tablet, menunggu sinyal dari Rain. "Tuan," Kevin memulai, suaranya tenang dan profesional, memecah keheningan. "Ada beberapa hal penting yang harus saya laporkan." Rain menoleh, matanya terlihat lelah. "Lanjutkan." "Selama Anda berada di Swiss, Nona Clara sering sekali datang ke kantor," lapor Kevin. Ia berhenti sejenak, melihat ke layar tabletnya. "Dia selalu bertanya kapan Anda akan kembali. Dia terlihat... sangat tertekan dan kacau, sepertinya ada masalah pribadi." Rain hanya menghela napas,

