Selesai berganti pakaian dan beristirahat, Rain dan aku kembali ke ruang makan. Kami berjalan melewati lorong-lorong megah, menuju ruang makan utama yang berada di jantung kastel. Ruangan itu begitu luas, dengan lampu-lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit, memancarkan cahaya keemasan. Di meja makan yang panjang, sudah ada Ayah Alex Louis dan Ibu Rain. Mereka duduk di ujung meja, menyambut kami dengan senyuman hangat. Di sisi lain, Bibi Eve dan Paman Henri sudah menunggu, bersama George dan Vina yang melambaikan tangan padaku. "Ah, kalian sudah datang," sapa Ayah Rain, suaranya dipenuhi kehangatan. "Mari, duduk." Rain menarik kursi di sebelahnya, mempersilakanku duduk. Ia duduk di sampingku, dan Ibu Rain langsung memelukku, seolah aku adalah putrinya sendiri. "Kau sanga

