Aku terbangun, merasakan kehangatan yang tak biasa membalut tubuhku. Sinar mentari pagi menembus celah gorden, menyilaukan mata, dan aroma samar hutan pinus bercampur dengan aroma tubuh Rain yang khas. Aku membuka mata perlahan, menyadari posisiku yang begitu dekat. Kepalaku bersandar nyaman di dadanya, dan lengannya melingkar erat di pinggangku, seolah takut aku akan menghilang. Detak jantungnya yang berirama terasa menenangkan, kontras dengan perasaanku yang masih kacau. Ini adalah pagi ketiga setelah malam yang begitu... intens. Pikiranku memutar kembali semua yang terjadi. Ciuman, sentuhan, bisikan lembut bagaimana ia menjamahku, membuatku benar-benar tak berdaya. Aku memejamkan mata, merasakan rona panas menjalar di pipiku. Pria yang semalam begitu liar dan mendominasi, kini terlelap

