Langit sudah terang ketika Barry membuka matanya perlahan. Dia merasa aneh, karena sebelumnya belum pernah bangun karena terganggu sinar matahari yang menerpa wajahnya. Dengan mata yang masih mengantuk, pria itu menarik selimut untuk menutupi wajahnya. Nggak sampai lima menit, selimut itu sudah berpindah tangan. Eih! Nggak enak-enakin orang tidur saja. Barry memiringkan tubuhnya, pada saat itu tangan Maghia memeluk tubuh bagian atas dan kaki perempuan itu melingkari pinggangnya seperti sebuah guling. "Aishh, dasar!" Barry mengusap-usap wajahnya sambil membuka mata dengan kesal. Tatapannya beradu dengan mata bulat Maghia yang baru saja terbuka. "Aaa~aah!" Maghia langsung bangun, diikuti oleh Barry yang juga langsung terduduk karena kaget dengan teriakan Maghia. "Ngapain sih? Bikin ka

