Part 41 revisi

1119 Kata

Sunyi senyap merayapi seisi ruangan. Barry menyilangkan kaki panjangnya, dia tidak bergerak dan tidak berkata apa-apa, hanya menyesap kopinya dengan santai. Mengabaikan dua orang yang menatapnya dengan tatapan curiga. "Kalian..." "I-ini nggak seperti yang kalian pikirkan. Cuma kebetulan!" Maghia menyela perkataan Salendra dengan panik. Kakinya bergoyang-goyang resah. "Ah iya! Aku sama Barry sebenarnya cuma saudara jauh. Benar, 'kan?" kata Maghia sembari minta persetujuan Barry. Barry kesal sendiri. Saudara apanya? Pokoknya, Barry benar-benar nggak suka Maghia mengingkari hubungan mereka. Apalagi di depan Salendra. Huh! Sementara Salendra dan Ramon sibuk memperhatikan seisi ruangan. Banyak jejak-jejak Maghia di sana. Pakaian dalam terlihat ditumpukan pakaian dekat sofa. Waktu Maghia men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN