Part 42 A revisi

1043 Kata

Harris dan Arsjad sudah menunggu ketika Barry masuk ke ruangannya dengan wajah senang. Eih, kesal. Padahal dia lagi menghindar dari dua orang itu, tapi kenapa mereka nggak peka sih? Dasar. Barry berniat mengusir keduanya dengan alasan banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Padahal sih, sebenarnya dia malas dengar ceramah nggak penting dari mereka tentang kehidupan pribadinya. Niat mulianya itu urung, ketika Harris keburu memberinya selembar kertas untuk dibaca. "Apaan, nih?" Barry mengambil lembaran brosur undangan yang disodorkan Harris sambil menaikkan alisnya.  "Desain undangan," sahut Arsjad yang duduk di sofa, memasang senyum lebar.  "Aku juga tau itu undangan! Maksudnya buat apa?!" Barry yang tadinya mau duduk langsung mengerutkan dahi sambil menolehkan kepalanya ke arah Ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN