Part 38 B revisi

1284 Kata

**** "Aku dengar mama membayar sejumlah uang untuk dapat hak asuhku, apa itu benar?"  Ucapan dan ekspresi wajah Barry saat menatap Merry dingin dan sinis. Amarah dan rasa dikhianati terdengar di suara Barry. Namun, Merry malah memasang wajah tenang.  "Duduklah, atau kamu sudah lupa caranya bersopan santun?" Merry berkata datar, tanpa mengalihkan pandangan dari majalah sosialita yang di bacanya. "Kata Harris kamu mau baru pulang dari Palembang. Jadi itu hasil yang kamu dapatkan dari sana?"  "Jawab saja pertanyanku. Apa susahnya sih, Ma?" Ucap Barry tidak sabar.  Merry melempar majalah ke meja di sebelahnya, tatapannya yang semula datar tiba-tiba berkilat. "Orang bodoh mana yang cerita tentang omong kosong itu? Dengar ya, Bar. Kamu itu duri dalam daging dalam perkawinan kami. Kalau sean

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN