Part 32 A revisi

1227 Kata

"Barry, kamu nggak lagi depresi 'kan?" Maghia memandangi makanan yang baru dikeluarkan dari microwave. Lagi-lagi Pizza beku. "Nggak kok, aku baik-baik aja!" Sahut Barry datar. Dia masih berusaha mengenyahkan perasaan kecewa yang sudah beberapa hari ini bercokol di hatinya. Gimana bisa, Maghia lebih memilih pergi ke pemutaran perdana film-- yang undanganya susah payah dia dapatkan-- sama si 'sialan' Salendra. Padahal dia sudah kasih tahu jauh-jauh hari kalau jadwalnya kosong. Memangnya kode yang dikasih tahu Harris kurang jelas? Maghia mencomot sosis yang ada di atas pizza sambil mengeluh. "Buat aku sih nggak masalah, harus makan makanan instant, buat informasi aja. Di dunia ini ada mie instant, nasi instant, warung nasi padang, pecel ayam, warteg. Dari segitu banyaknya pilihan makana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN