Bagian dua puluh empat

1462 Kata

***** Barry menggeser posisi duduknya di kursi kelas bisnis dalam pesawat, kemudian kembali sibuk memainkan game dengan lihai dari ponselnya. Kekesalan menerpa wajah Barry saat mendengar suara tangis anak kecil di kelas economy. Pria itu menggerutu ketus pada Harris, seakan-akan keberadaan anak yang terus menangis selama hampir satu jam penerbangan mereka adalah kesalahan sekretarisnya. "Udahlah, Bar. Mending kamu dengar lagu, daripada main game, kalah terus ngomel-ngomel! maklumin aja dimana-mana anak kecil kalau nggak nyaman pasti rewel. Kamu dulu juga begitu." Harris menjawab dengan santai seolah itu bukan masalah besar. Mendengar saran Harris yang nggak berguna, Barry hanya menanggapinya dengan sinis. Punya ayah yang tidak pernah peduli dan ibu yang bersikap semaunya membuat Barry

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN