Bagian dua puluh lima

1836 Kata

Maghia keluar dari apotik dengan sedikit terburu-buru. Tanpa mempedulikan jalanan yang malam itu lumayan ramai. Perempuan itu memasukkan obat yang baru ia beli kedalam kantung jaket hoodie-nya. Beruntung dekat rumah ada praktek bidan. Lumayan buat pertolongan pertama. Daripada dibawa ke rumah sakit, jauh. Nggak ada kendaraan juga. Eh ada sih dua unit di garasi, tapi siapa yang mau nyetir? terlambat sedikit, bisa-bisa Barry dapat gelar Alm di belakang nama Wirawan. Untung bidan yang namanya Lora itu baik. Dia mau datang kerumah, lalu melakukan pemeriksaan nggak pake banyak tanya. Bingung mungkin, mau tanya ke siapa. Pasiennya pingsan. Sedang Maghia yang wajahnya pucat  cuma bilang, Barry tiba-tiba pingsan--tanpa menyebut kue buatannya sebagai penyebab--kemudian diam sambil mengelus-elus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN