"Kamu pasti capek, kan? Tunggu ya, aku buatin kopi." Barry menatap Maghia yang berjalan mondar-mandir dengan penuh curiga sambil bertanya-tanya kenapa Maghia jadi bersikap aneh begitu. Maghia membawa dan meletakkan cangkir kopi di atas meja yang ada di ruang tengah. Setelahnya dia duduk di sebelah Barry yang tadi mengekorinya, sembari bertanya. "Kamu kenapa, Bar? Kok tiba-tiba diem?" "Harusnya aku yang tanya. Kamu kenapa? Kamu marah kita nggak pulang bareng? Nanti ku ganti deh ongkos taksinya." Maghia buru-buru menggelengkan kepalanya sambil berkata tadi Salendra yang mengantarnya. Perempuan yang menjawab kalau dirinya baik-baik saja itu menghindari tatapan mata Barry. Padahal, Maghia biasanya nggak pernah bersikap begitu. Barry jadi semakin yakin ada yang disembunyikan sama Maghia.

