Barry duduk sambil melipat kedua tangannya di d**a dengan wajah merengut. Mengutuki nasib sial yang menimpanya. Saat itu Arsjad memasuki ruangan. Ketika pria itu menawarkan secangkir kopi. Barry dengan entengnya menjawab. "Boleh. Secangkir Americano dengan dua sendok gula. Hari ini aku butuh yang manis-manis." Arsjad mengangkat kedua alisnya. Pria itu kehabisan kata-kata dengan permintaan Barry. "Adanya kapal api mau nggak?" "Aku nggak minum kopi seribuan. Pesan aja dibawah!" "Enakan kopi kapal api," Arsjad mengambil sekaleng cola dari kulkas, lalu duduk di kursi yang ada di depan Barry. "Kopinya diminum, kapalnya di jual. Apinya buat bakar orang yang ditolak pas lagi rame-ramenya!" Huh! b******k! Susah payah dia mau melupakan hal itu, malah diingatin lagi. "Ok, bercanda." Arsjad men

