"Ada apa denganmu, Ray? Kenapa wajahmu kusut seperti itu?" tanya Flora. Ia heran dengan kedatangan Rayyen yang tiba-tiba ke rumahnya tanpa mengabarinya terlebih dahulu. Bukankah itu aneh, apalagi hubungannya dengan Zavier tidak baik. "Sepertinya Rose sudah tidak mencintaiku lagi. Dia tidak mau memaafkan kesalahanku," sahut Rayyen menunduk sedih. Tidak ada tempat lain untuk mengadu selain Flora. "Jangan berprasangka buruk, Ray. Memangnya apa yang membuatmu berpikir seperti itu?" protes Flora. Lalu, ia menanyakan alasan Rayyen berkata seperti itu. Rayyen menceritakan kejadian tadi bersama istrinya. Flora pun mendengarkannya dengan seksama. Terkadang, ia akan mengerutkan keningnya dan menganga tidak percaya. "Benarkah seperti itu?" tanya Flora setelah mendengar penjelasan dari Rayyen.

