"Untuk sementara, kau hindari dulu si Tua Bangka itu. Kau harus memberinya sedikit pelajaran. Setidaknya kau harus jual mahal sedikit agar si Tua Bangka tidak bisa meremehkanmu lagi," saran Zavier. Ia tidak ingin Baskoro terus meremehkan Rayyen. Dengan menghindar, otomatis Baskoro akan kebingungan dan terus menghindar Rayyen. "Apa harus begitu?" tanya Rayyen ragu. "Tentu saja harus. Memangnya kau mau kalau si Tua Bangka terus-menerus meremehkanmu?" sahut Zavier kembali melempar pertanyaan. "Tidak. Aku hanya ingin ayah mertuaku berubah menyukaiku dan merestuiku sebagai menantunya dengan tulus." Sederhana sekali keinginan Rayyen. Jika posisi itu ada pada Zavier. Mungkin pria itu akan membalas setiap perlakuan buruk yang Baskoro berikan. "Kenapa kau polos sekali? Kenapa kau tidak balas

