"Apa?!" teriak Baskoro terbelalak hingga melompat berdiri. Nyaris saja bola matanya melompat keluar karena terlalu terkejut. Ia membenarkan posisi kacamata minusnya, memastikan apa yang ia lihat dan baca saat ini. Di sana, terpampang jelas foto Rayyen dengan topik pembicaraan segar. Rayyen menjadi seorang CEO di salah satu perusahaan besar. Terlebih, saat ini pria itu memiliki saham yang lumayan besar. Di koran, tertulis bahwa pria itu ingin berinvestasi pada perusahaan yang akan memberinya banyak keuntungan. Dan hal itu, membuat mata Baskoro bersinar. Ia berpikir masa-masa sulit di perusahaannya akan segera berakhir. Padahal, semua itu hanya akal-akalan Zavier saja untuk menjeratnya. Yah, rencana kedua sudah Zavier luncurkan. Sepertinya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk Baskoro m

