"Bolehkah aku memintanya sekarang?" tanya Rayyen ragu. Sebenarnya Rayyen tidak menginginkan bagian itu sejak awal. Hampir setiap kali Flora membahas masalah itu, Rayyen selalu menolaknya. Namun, karena tekanan yang Baskoro berikan membuat pria itu terpaksa menarik ucapannya sendiri. "Ya ampun, Ray! Aku pikir hal apa yang ingin kau bicarakan. Kalau masalah itu, kau tidak perlu khawatir. Aku sudah menanamkan modal di perusahaan yang akan kau pimpin atas namamu sebesar dua puluh persen," balas Flora menatap Rayyen penuh perhatian. "Apa kau serius? Apa dua puluh persen tidak terlalu banyak untukku? Bukankah dulu Ayah hanya memberiku beberapa persen saja?" tanya Rayyen tidak enak. Seingatnya dulu, bagian yang Ayah angkatnya berikan tidak sebanyak itu. Jadi, bolehkah ia menerimanya? "Tidak

