Chapter SP 18

1041 Kata

"Jangan memaksakan kehendak putriku, Rayyen!" seru Baskoro dingin. "Papa?" Rose terbelalak melihat kehadiran ayahnya yang tiba-tiba. Bukankah sekarang masih jam kerja. Tapi kenapa Baskoro sudah ada di rumah? Sepertinya ada mata-mata yang mengadukan keadaan rumah saat ini pada Baskoro. "Kenapa Papa ada di rumah?" tanya Rose beranjak mendekat. Ia takut Baskoro akan memarahi Rayyen. "Ada berkas yang ketinggalan di rumah, Sayang," balas Baskoro mengusap lembut puncak kepala putrinya. Sejenak, Rose merasa sikap ayahnya tidak benar. Kemarin-kemarin mudah sekali mengeluarkan kata-kata ancaman. Dan sekarang, ayahnya bersikap lembut padanya. "Rayyen, turunlah! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu," kata Baskoro. "Iya, Pa," jawab Rayyen. "Andai saja tidak ada Rose di sini. Mungkin kau suda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN