"Aku harus pergi menemui Rose sekarang," gumam Rayyen. Ia tahu pasti, bahwa saat ini ayah mertuanya sedang ada di perusahaan. Jadi, selagi ada kesempatan yang datang, ia tidak ingin menyia-nyiakannya. Berharap kali ini ia bisa bertemu dengan Rose, istrinya. Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi dan saat ini, Rayyen sedang mengemudikan mobilnya menuju kediaman ayah mertuanya. Beruntung, sekarang bukan jam karyawan berangkat kerja. Jadi, suasana jalan raya lenggang. Secepat kilat Rayyen sudah berada di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi. Sama seperti sebelumnya, tidak ada satu pun penjaga keamanan yang mau membukakan pintu untuknya. Meskipun ia berusaha untuk memohon, tetapi penjaga keamanan tetap tidak bergeming. Daripada kepala mereka yang menjadi taruhannya. Lebih baik mereka be

