"Ray?" panggil Flora dari lantai dua. Dua kali berteriak memanggil nama istri dan kedua anaknya. Flora langsung keluar dari kamar. Ia menatap ke bawah dan melihat Rayyen beserta suaminya sedang duduk santai di ruang tamu. "Jangan lari, Sayang! Ingat, kau sedang hamil!" kata Zavier mengingatkan. Ia khawatir melihat istrinya berlarian menuruni tangga. Kalau sampai terjatuh, ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri. "Ups, sorry!" Flora memelankan langkahnya hingga tidak menimbulkan suara. Ketika sampai di anak tangga terakhir, wanita itu kembali berlari dan melompat ke pelukan Rayyen. Ia tidak sadar kalau tingkahnya bisa membuat Zavier marah. "Bagaimana kabarmu, hum?" tanya Rayyen sambil merapikan anak rambut yang menjuntai di wajah Flora. Terlihat Zavier sedang mengepalkan tangannya sam

