"Ada apa lagi?" tanya Baskoro dingin. Ia mencium bau-bau hal tidak beres. "Tuan Rayyen ke sini lagi, Tuan Besar. Katanya Nona Muda sedang hamil," jawab Jefri, penjaga keamanan di rumah itu. "Sial! Kenapa si b******k itu bisa tahu?" umpat Baskoro. "Kenapa Tuan Besar?" tanya Jefri lagi. "Biarkan dia masuk," balas Baskoro. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba berubah pikiran dengan mengizinkan Rayyen masuk. "Baik, Tuan besar." Tidak lama setelah dua petugas keamanan keluar, Rayyen masuk. "Terima kasih, terima kasih banyak karena sudah mengizinkan Ray masuk, Pa," ucap Rayyen. Ia pikir Baskoro tidak akan mengizinkannya masuk, tapi ternyata ia salah. Akhirnya atas perintah ayah mertuanya, Rayyen diizinkan masuk. Namun, ketika sampai di dalam ia mendapat sambutan yang sangat tidak menyenan

