Time Flies

1655 Kata

Buku harian Kartika masih kupegang, dia menyebutnya jurnal. Beberapa ceritanya cukup mencengangkan. Betapa bodohnya aku selama ini. Kartika lebih cerdas dari yang aku duga, lebih kuat dan ekpresif. Gak heran Bima terpukul kehilangan dia. Kartika benar-benar jadi dirinya sendiri. k****a lagi penggalan puisinya , "Meski mungkin aku, bukan aku yang saat ini. Tapi hati, selalu berdenyut atas namamu. Itu janji." Jelas, hingga saat ini hatiku selalu berdenyut atas namanya. Itu janji Kartika, dia yang meninggalkan perasaan ini untukku. Untuk menyiksaku. Ada lagi beberapa pernyataan Kartika yang aku garis bawahi. Yang paling menarik, saat dia menuliskan, "hanya aku yang tahu cara mengendalikannya". Aku tidak mengerti maksudnya. Bagaimana bisa aku memilih "lari" saat dalam kondisi terdesak at

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN