Di ruang tamu, Gerry sedang mengobrol dengan ibu. Aku tersenyum melihatnya, dia menunjuk dua bungkusan di atas meja. Oleh – oleh. "Ngapain aja di sana? Sampai enggak sempat kasih kabar." Aku duduk di sebelahnya, ibu beranjak, meninggalkan kami. "Crowded, Al. Maaf banget, begitu sampe Changi aku diberondong pekerjaan. Masih serah terima sama penggantiku di DC. Dia bawel dan galak banget, aku enggak bisa gerak deh di bawah tatapan matanya." Jawab Gerry dengan agak sedikit kesal. Gerry terlihat lebih cerah, enggak seperti orang yang stress pulang dari kerja. Lebih seperti yang habis selesai liburan. Aku positive thinking, mungkin dia mendapatkan liburannya juga di sana. Kami bertukar cerita, Gerry sudah tahu tentang Kartika yang datang lagi. Juga hipnoterapi yang telah aku jalani, ibu yan

