"Lucu." "Terima kasih." "Namanya Cassie!" Aku memelototinya. "Kesih oh pe-ak, di mana lucunya, Nona?" "Hahaha. Kok nama kalian berbau Astronomi ya?" "Dari pada berbau metromini, kan repot." Aku melempar buntelan kertas yang habis kuremas. Bima menghindari lemparanku dengan cepat sambil tertawa. "Bapak suka Astronomi." "Oh." "Adikku nomor 2, Capella aku panggil Ella. Terus Cassiopeia, aku panggil Kesih, yang bungsu Galaksi Andromeda aku panggil Memed." "Hahaha. Kamu?" "Karena aku paling tua, dipanggilnya Aa. Tadinya mau dikasih nama Aldebaran sama bapak. Bagusnya enggak jadi." "Kenapa memang? Bagus juga." "Nanti dipanggilnya Debar, debaran cinta. Bikin baper." "Hahahaha." "Jadi mau nego apa nih? Lukisan atau perasaan?" "Kok tahu aku mau nego?" Aku balik tanya sambil membuka

