Lihat Aku

1523 Kata

Aku menceritakan semuanya pada Ayah dan Ibu, mereka senang, tentu saja. Mereka turut berterima kasih kepada Bima, aku akan menyampaikannya jika dia masih mau bertemu denganku. Aku menelepon juga Reina, menceritakan semuanya. Reina berdecak kagum saat aku mengatakan, Bima berjasa penuh untuk sikap Kartika yang bertentangan dengan kepribadian aslinya. Kami ngobrol hingga Reina menguap ngantuk dan memintaku melanjutkan obrolan besok. Sejujurnya, aku masih belum bisa tidur. Pikiranku dipenuhi sikap Bima tadi. Yang menjauh, menjaga jarak denganku. Tatapan matanya yang terluka, membuatku menyesal mengajaknya ke sana, tadi. Aku tidak menyangka Bima sebegitu terluka dengan 'kepergian' Kartika. Membuatku merasa bersalah. Kenapa tadi dia tidak membiarkan Kartika membunuhku saja? Aku memandangi po

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN