Yang Tersembunyi

979 Kata

Aku menginap di kost Reina, segera kuhubungi Ayah yang sepertinya sudah tidur. Kukirim pesan, mengabarkan aku di kost Reina agar mereka tidak khawatir. Reina mengoceh tentang betapa tidak pengertiannya Bima, dia terus-terusan menceritakan hal buruk tentang Bima. Menghiburku. Aku melirik, menghentikan ocehannya. "Dia harusnya siap dong, kalau lo sembuh, kan dia juga tahu Kartika enggak boleh ada--" Reina melihat aku yang menatapnya tajam, untuk diam. "Tapi Ninda emang cantik sih, bohong banget si Bima enggak suka sama Ninda." Kemudian Reina diam. "Ada gue, Al. You're not alone. Lupakan Bima, cintai Gerry dan hidup bahagia kayak di film – film" Aku menghela napas, kesal. "Iya, iya gue diem. Sudah dong jangan sedih terus." Dia memelukku. Benar yang Reina katakan, aku tidak sendiri. Aku har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN