Aku tertidur (lagi dan lagi). Bima membangunkanku, buku Antologi Puisi miliknya masih aku dekap. "Makan dulu, kamu belum sarapan kan?" "Ito sudah pulang?" "Sudah." Aku bangun dari kasur dan mengikuti Bima menuju dapur. Di atas meja makan sudah tersedia makanan, sepertinya Bima sempat keluar beli ini saat aku tidur tadi. "Ada perlu apa Ito kesini?" "Memulangkan ini, gitarku." Bima menunjuk sebuah gitar yang diletakan di sofa. "Pulang jam berapa dia?" Aku melihat jam di dinding, sudah jam 11. "Setengah 11." Kami makan dengan tenang, tidak ada pembicaraan lagi. Aku ingin bertanya tentang Ninda, tapi kuurungkan. Suasana hati Bima sedang tidak bagus sepertinya. Apa karena Ito bicara soal Ninda hamil, dia tahu aku mencuri dengar pasti. Atau ada bahasan lain setelah aku tertidur tadi?

