Gue dimana nih? Eh ini gue bangun? Lho kok bisa? Ada suara cewek yang ngebangunin dan tangannya menggoyang – goyangkan badan gue enggak santai gitu. Itu Reina, temannya Alleandra. Loh kok yang keluar gue? Kemana si Alleandra? Gue buka mata, melihat tatapan mata Reina yang panik. "Al, aduh.. Al.. Lo enggak apa - apa?" "Kenapa, Na?" "Na?" "Na. Reina. Nama lo Reina kan?" Reina mengerutkan dahinya, kebingungan. "Kenapa si Allea 'tidur'?" Aha! Gue inget, tadi Reina dan Allea habis membahas si Erlangga. Psikopat gila yang dipacarin Allea, sebelum gue 'lahir'. Stupid! Dia masih trauma, tuh dia lari lagi. Malah gue yang keluar. Gue harus jelasin ke Reina siapa gue dan semua penjelasan itu sukses bikin dia melongo. Reina ngangguk – ngangguk cepat, enggak tahu ngerti beneran apa enggak

