Percakapan terakhirnya dengan Bima berputar berulangulang di kepalanya seperti sebuah kaset rusak. Ekspresi wajah pria itu pun seakan menghantuinya di malam hari, membuat Winda tidak dapat terlelap dengan nyenyak. Winda merindukan pria itu. Sudah lebih dari satu minggu ia tidak melihat sosok Bima. Pria itu seakan-akan hilang dari kehidupan nya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Membuatnya berpikir apa mungkin semua hal yang mereka lewati bersama hanya sekadar bayangannya saja? Lucunya, bagi Winda, sekadar bayangan pun sudah merupakan suatu hal yang terlampau berharga. Karena setelah ini , jika ia tidak bisa bersama dengan Bima lagi, apa yang dimilikinya sungguh hanya tinggal kenangan, dan Winda tidak mengharapkan hal itu. Tapi sebelum ia melakukan sesuatu untuk kembali bersama Bima,

