Sebuah Siksaan yang Nikmat

2879 Kata

Melangkah memasuki ruangannya, Winda tidak pernah menebak akan mendapatkan sambutan yang cukup mengejutkan di sana. Langkahnya langsung terhenti melihat Susi duduk dengan santai di sofa ruangan tersebut menunggu kedatangannya. "Akhirnya!" desah Susi sambil melempar kedua tangannya ke udara. "Aku sudah menunggumu berjam-jam rasanya!" Kerutan di kening Susi menunjukkan ketidaksukaannya karena harus menunggu. "Well, bukan salahku," jawab Winda. "Kau tidak mengatakan akan datang menemuiku, Ibu." Hanya dengusan yang diterima oleh Winda. "Tidak biasanya kau mencariku, ada apa?" tanya Winda. la meletakkan semua materi yang dibawanya ke atas meja dan duduk di hadapan Susi. Susi mengeluarkan sebuah kartu nama dan menyodorkannya pada Winda sambil berkata, "Pergilah ke tempat ini besok siang, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN