Ucapan Maaf yang Tulus

2817 Kata

Sebuah pukulan halus mendarat di puncak kepala Bima, membuat pria itu tersadar dari lamunannya sedari tadi. Meringis, ia menoleh ke balik punggungnya dan melihat Sinta sedang menatapnya dengan wajah malas. "Aku memanggilmu sedari tadi," ucap Sinta sambil berkacak pinggang. “Ah, aku tidak mendengar. Ada a pa?" tanya Bima dengan cengiran bersalah. Gadis itu tidak menjawabnya langsung dan malah ikut menghempaskan tubuhnya ke atas sofa, tepat di samping Bima. "Kau tidak seperti biasanya akhir-akhir ini,” tutur Sinta. "Apakah kau memiliki masalah?” Bima menghela napasnya. "Begitulah." Terdapat sebuah kerutan halus di antara alis gadis itu saat menoleh menghadap Bima. “Masalah apa? Kau bisa menceritakannya padaku." Bima dapat merasakan bahwa Sinta menunggunya bercerita namun sekali lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN