Drttt! Drrttttt! Zakiya mengerang ketika mendengar suara ponsel yang menganggu tidurnya, wanita itu menjulurkan tangannya keluar dari selimut yang membungkus seluruh tubuhnya. Tangan itu meraba-raba nakas yang berada di samping tempat tidur untuk mencari benda persegi panjang itu. Wanita itu membuka sedikit selimutnya, kemudian menggeser tombol hijau ketika melihat siapa yang menelpon. “Halo, La?” tanya Zakiya dengan suara serak. “Lho Mbak Zakiya kenapa? sakit? Suaranya serek gitu.” “Ada apa?” tanya Zakiya langsung, ia benar-benar sedang tidak ingin berbicara. “Mbak enggak ke kantor?” tanya Lala, pasalnya hingga jam segini sosok Zakiya belum juga muncul. Wanita itu juga tidak memberikan kabar padanya sehingga berinisiatif untuk menelpon. Zakiya membuka selimutnya, menatap ke arah ja

