“Mas Zhafif, Mbak Zakiya pingsan. Sekarang sedang di rawat, saya akan kirim lokasinya.” “Apa? Mbak Zakiya pingsan?” tanya Zhafif kaget. “Udah dulu ya, Mas. Kesini cepetan!” “La? La—“ Tut! Panggilan itu terputus, Zhafif menatap gamang ke arah ponselnya yang baru saja mengangkat panggilan dari Lala. Perasaanya berubah menjadi tidak enak, padahal baru beberapa jam yang lalu ia bertemu dengan Zakiya. Zhafif masih mencintai Zakiya. Ia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada wanita itu. “Mbak Zakiya pingsan?” tanya Attar yang memang mendengar obrolan singkat Zhafif dengan Lala. Petra yang duduk di hadapan mereka juga menatap penasaran. “Iya, Mbak Zakiya pingsan,” jawab Zhafif. Kepalanya bergerak ke arah kiri dan kanan, dimana ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang membawa koper dan

