“Lo beneran yakin sama keputusan lo, Fif?” tanya Attar pada Zhafif yang tengah mengemasi barang-barangnya ke dalam koper. Pria itu diam, kemudian menoleh ke arah pintu saat mendengar suara-suara ramai yang berasal dari teman-temannya yang lain yang saat ini berada di apartemennya. “Gue yakin, Tar,” jawab Zhafif menoleh ke arah Attar yang berdiri di samping lemari bajunya. “Lo cinta sama Mbak Zakiya tapi kenapa kalian harus pisah sih?” tanya Attar membuat Zhafif yang mendengarnya menghela nafas. Lelaki itu berhenti sejenak dari aktifitasnya dan menatap ke arah Attar. “Yang cinta cuman gue, Tar. Sedangkan membangun rumah tangga itu berdua. Jadinya pincang sebelah.” “Tapi, apa lo beneran yakin kalo Mbak Zakiya enggak cinta sama lo? Ini udah tahun berapa, Fif? Cinta enggak perlu untuk teru

