“Kangen banget ngumpul kayak gini.” Lita berseru sambil mendudukan dirinya di samping Attar. Ia menatap tiga sahabatnya yang lain berada di meja kantin ini. Tapi tak lama mendengus merasakan suasana yang canggung dan hening. “Kenapa diam-diam sih? Enggak ada yang pup di celana kayak Adam kan?” tanya Lita sambil menatap semuanya membuat ketiga yang disindir itu malah terkekeh, kecuali Kanya yang hanya tersenyum kecil. “Lo enggak bawa Adam?” tanya Petra yang kali ini cukup pendiam. Ia sangat suka melihat bayi itu menangis karena ulahnya. Tidak bisa menjahili bapaknya, menjahili anaknya pun tak masalah. “Enggaklah, bisa geger satu sekolah kalo gue bawa anak.” Mereka memang baru saja selesai menghadiri rapat perancangan pormnight untuk anak kelas tiga. Kecuali Lita yang hadir karena ada t

