“Mbak ikat pinggang Zac mana?!” teriak Zhafif. “Zhafif ini tasnya Zacky kamu simpan dimana?” balas Zakiya ikut berteriak. “Mbak Zac belum mandi!” teriak Zhafif lagi. “Astaga!” Zakiya menghela nafasnya panjang ketika kepalanya mendadak ruwet dengan keributan yang terjadi pagi ini, ia mendengus menatap Zhafif yang berteriak padahal mereka berada di satu ruangan yang sama. Sungguh senin pagi yang ramai. Semua kekacauan ini terjadi karena mereka terlambat bangun, padahal hari ini adalah hari pertama Zac masuk sekolah—kelompok belajar. Zakiya menatap Zhafif yang mondar-mandir di kamar Zac tanpa melakukan apapun membuatnya mendengus. “Zhafif berhenti dulu,” ujar Zakiya memegang lengan lelaki itu. “Itu tas Zac samping kasur, Mbak,” ujar Zhafif membuat Zakiya mengangguk, pantas saja ia tak

