MMY 35

1580 Kata

Pukul dua belas malam, Zakiya baru keluar dari kamarnya. Wanita itu menggerakkan badannya ke kiri dan kanan, tubuh itu terasa begitu pegal akibat dari siang hingga malam mengerjakan laporan kantornya. Ia hanya keluar untuk memasak makan malam lalu kembali masuk ke dalam kamar. Di tengah gelapnya lantai dua, Zakiya menatap pintu kamar Zhafif yang tertutup dan menghela nafasnya. Ia kembali teringat dengan perkataannya yang mungkin menyakiti hati lelaki itu. “Kenapa rasanya susah sekali untuk bilang ke kamu bahwa saya tidak suka kamu bertemu dengan gadis itu, Zhafif.” Di dalam hatinya, Zakiya sangat khawatir ketika Zhafif tidak mengangkat telponnya. Namun wanita itu berusaha untuk meyakinkan bahwa Zhafif tengah bermain bersama teman-temannya. Ah, apa yang dihatinya tidak pernah sejalan deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN