“KAMU APAKAN ISTERI SAYA, HAH!” Zhafif menggeleng, ia tidak melukai Zalia. Ia hanya ingin menghentikan Maminya itu untuk berlari. Namun naas, mereka malah berakhir jatuh berdua. Dan, sekarang Zalia tengah meringgis kesakitan. “Pi... enggak kaya—-“ Zhafif ingin menjelaskannya tapi ketika melihat wajah Raka yang seperti ingin membunuhnya, lelaki itu hanya menelan ludahnya, keluh. Pria itu tidak akan mendengar dan percaya apa yang ia ucapkan. “Berhenti panggil saya Papi. Saya bukan ayah kamu. Dan saya tidak sudi!” Untuk pertama kalinya, Raka berkata memintanya berhenti memanggailnya dengan sebutan Papi. Mungkin rasa kebenciannya pada Zhafif sudah terlalu dalam, membuatnya tak tau lagi harus disimpan kemana. “Jika terjadi sesuatu pada isteri saya, kamu akan menerima akibatnya.” Zhafif ju

