“La, kamu lihat ponsel saya enggak?” tanya Zakiya meraba saku blazernya. “Kayaknya Mbak tinggal di ruangan, deh.” Zakiya mengangguk, wanita itu semakin mempercepat langkahnya. “Mbak, mau saya pesenin makan siang apa?” tanya Lala ketika mereka baru saja masuk ke ruangan. Keduanya baru saja menghadiri rapat divisi yang memakan waktu cukup banyak, hingga akhirnya jam makan siang terpaksa dipending. “Samain sama kamu,” jawab Zakiya mengambil ponselnya yang ternyata berada di atas meja kerjanya. Tangan wanita itu menggulir beberapa notifikasi di ponselnya, hingga ke yang paling atas. Zakiya mengerutkan dahinya ketika mendapat pesan dari seseorang yang membuat tubuhnya membeku. Ia menghembuskan nafasnya sebelum memberanikan diri untuk membukanya. Zhafif : Mbak Zakiya bisa turun ke bawah seb

