“Kamu tahu Zhafif sedang sakit kan? Jadi jangan menyusahkannya.” Zalia berhenti kemudian membalikan badannya untuk menatap Zakiya yang mengikuti langkahnya. Wanita yang lebih mudah itu hanya bisa mengangguk, ia tidak bisa melawan Ratu di istananya sendiri, bisa-bisa ia yang habis. “Zac juga tidur sama kalian,” kata Zalia kembali melanjutkan jalannya. “Kalian?” gumam Zakiya. Wanita itu terdiam lama ketika mendengar perkataan Zalia. Seketika pipinya menjadi memerah mengingat bahwa ia akan satu ranjang dengan Zhafif. Lagi. Sebenarnya tidak masalah karena akan ada Zac yang menjadi pemisah mereka. Namun, ketika mengingat malam dimana ia tidur bersama lelaki itu di ranjang rumah sakit membuat Zakiya merasa aneh. Untuk pertama kalinya, ia bisa tertidur tenang. Aneh, padahal kasur di rumah lam

