“Habis makan nanti nonton lagi. Oke, Zac?” “Tidur!” seru Zakiya membuat kedua lelaki itu menoleh. “Enggak ada nonton-nonton lagi!” serunya membuat Zhafif yang sedang menuang air ke gelas hampir saja tumpah. Bi Ranti yang ikut makan di meja makan hanya tersenyum geli melihatnya. Ia merasa ikut senang ketika tahu bahwa isteri dari anak majikannya adalah orang yang baik. Walau terlihat galak. “Biar Bibi aja, Mbak,” kata Bi Ranti ketika Zakiya sedang mengumpulkan piring bekas makan Zhafif dan Zac. Zakiya menggeleng. “Enggak papa, Bi. Saya bantu aja.” Makan malam kali ini tanpa kehadiran Zalia dan Raka. Kedua suami isteri itu tengah pergi ke pesta pernikahan teman anak mereka yang diadakan di luar kota. Kemungkinan akan pulang besok pagi. “Biar Bibi yang cuci!” kata Bi Ranti tidak mau di

