“Mbak Zakiya istirahat dulu!” “Sebentar lagi, Lala,” tolak Zakiya. Lala menatap khawatir pada bosnya yang kembali menolak untuk istirahat sebentar saja. “Saya ngeri-ngeri sedap lihat Mbak yang enggak berhenti kerja gini,” kata gadis yang menjadi sekretaris Zakiya itu. Gadis itu kembali melirik ke arah jamnya yang menujukkan pukul tujuh malam. Dan, dari siang tadi tidak ada apapun, kecuali teh s**u dan sepotong roti yang masuk ke dalam perutnya. Lala memutuskan untuk keluar dari ruangan Zakiya. Ia sudah sebisa mungkin membantu wanita itu dan sisanya Zakiya sendiri yang meminta untuk dikerjakan olehnya. Gadis itu memutuskan untuk membeli makanan lagi. Setelah tadi ia membelikan ayam geprek namun berakhir basi karena tidak disentuh oleh wanita itu. “Lho Mas Zhafif?” tanya Lala ketika m

