“Mau apa kamu kesini?” tanya Zafran menatap datar ke arah Zhafif yang diam tak berkutik. Remaja lelaki itu meneguk ludahnya kasar, ketakutan. “Saya kan enggak pesan ojol,” lanjutnya sambil terkekeh membuat Zhafif yang tadi tegang sekarang lemas dan bisa menghela nafas lega. “Saya bersih-bersih dulu,” pamit Zafran kemudian masuk ke dalam rumah. “Tegang amat muka lo,” ujar Zake ingin terkekeh, pria mengambil piring Zac dan Zhafif untuk dibawa ke dapur. “Pastanya enak, Zac?” tanyanya pada sang keponakan dadakan. “Enak, Om!” seru Zac sambil tersenyum lebar. “Gue ke dapur dulu,” kata Zake membuat Zhafif mengangguk. Tak lama kemudian, Zafran keluar dengan pakaian baru dan segar. Pria paruh baya itu nampaknya baru saja selesai mandi. Ia duduk di salah satu sofa yang bedekatan dengan Zac.

