“Mami pulang aja, Mas enggak papa disini sendirian.” “Tapi, nanti Mas susah mau ngambil apa-apa.” Zhafif tersenyum mendengar kekhawatiran Maminya. Ia mengambil tangan wanita itu dan menggengamnya. “Mami udah nginap disini dua hari, pasti capek, Mas juga tadi udah bisa ke toilet sendiri kan?” tanya Zhafif. “Mami juga harus mikirin kondisi Mami sendiri, katanya mau kasih adik buat Zhafif,” goda lelaki itu membuat Zaila yang mendengar tersipu malu. “Mami rajinkan itu sama Papi?” Remaja itu mengedipkan sebelah matanya. “Mas ihh....” kesal Zalia yang membuat Zhafif terkekeh. “Bener Mas enggak papa?” tanya Zalia. Remaja delapan belas tahun itu mengangguk dengan semangat. “Iya, Mi. Tapi, Mas nitip Zac ya, kasihan kalo dia tidur disini lagi.” “Iya, Mas. Mami pulang dulu ya,” ucap Zalia samb

